Fri05242013

Last update05:29:33 PM GMT

Tsaqafah

Nasionalisme: Racun Mematikan

Syabab.Com - Nasionalisme dalam entitas sebuah negara sekular dipandang menjadi maskot berharga atas identitas bersama (common identity) masyarakat. Berakar dari paham nasionalisme inilah kemudian lahir konsepsi turunan yakni bangsa (nation), negara (state) dan gabungan keduanya menjadi konsep negara bangsa (nation state).

Ma’al Hadîts asy-Syarîf: Keutamaan Syam

Syabab.Com - Segala puji hanya milik Allah, yang memuliakan siapa saja yang menaati-Nya, yang menghinakan siapa saja mendurhakai-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Dia semata, tidak ada yang menyekutukan-Nya, Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa; tiada Tuhan kecuali Dia, Tuhan Yang Maha Suci, Pencipta langit dan bumi, dan penguasa di hari kiamat. Kami benar-benar mengagungkan-Nya, mensucikan-Nya, dan memuji-Nya yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Amma ba’du.

Janganlah Kalian Turut Bersama Kaum Nasrani (Kristen) Dalam Merayakan Hari Raya Mereka (Natal dan Tahun Baru)

Syabab.Com - Kami memulai kajian ini, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya yang mulia, serta keluarga dan para shahabatnya.

Saat ini, kaum Nasrani (Kristen) sedang merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi. Namun tidak sedikit di antara kaum Muslim yang turut merayakannya bersama mereka. Dan mereka pun saling mengucapkan selamat kepada kaum Nasrani dalam memperingati hari rayanya ini. Maka, kepada mereka ini, kami katakan “janganlah kalian turut bersama kaum Nasrani dalam merayakan hari raya mereka”.

Ikut Serta dalam Natal Bersama: Haram Hukumnya!

Syabab.Com - Pada bulan Desember ini, tidak sedikit diantara kalangan kaum Muslim yang ikut bersama dalam perayaan hari Natal, padahal Natal merupakan hari raya umat Kristiani. Dengan dalih toleransi, kerukunan dan sebagainya diantara mereka malah melegalkan aktivitas yang haram ini, tanpa lagi melihat bagaimana syariat memandang masalah ini. Bahkan bila tidak ikut natal bersama, kaum Muslim dikesankan tidak toleransi dan tidak membangun kerukunan. Padahal hal ini terkait pada masalah akidah dan ibadah.

Budaya Natal Ancam Akidah Umat

Syabab.Com - Seusai menghadap presiden SBY untuk audiensi tentang kesiapan penyelenggaraan perayaan puncak Natal 2012, ketua panitia Perayaan Natal Nasional, Nafsiah Mboy yang juga menteri kesehatan, menyatakan bahwa presiden SBY dan wapres Boediono akan turut menghadiri perayaan puncak Natal nasional yang akan diselenggarakan tanggal 27 Desember. Mboy juga menyatakan, “Presiden mengharapkan penyelenggaraan puncak perayaan Natal 2012 bersifat inklusif, dan dapat dirasakan semua pihak, tidak hanya oleh umat Kristiani. ” (lihat, antaranews.com, 7/12).

Meneladani Keberanian Sultan Qutuz Melawan Agressor Bengis Mongol (Pelajaran Penting Untuk Penguasa Negeri Islam yang Pengecut)

Syabab.Com - Memobilisasi tentara Muslim ke Gaza Adalah Satu-satunya Tanggapan Yang Dapat Dilakukan Oleh Para Penguasa Muslim. Jika Tidak, Mereka Telah Mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan Orang-orang beriman

Renungan Idul Adha Korbankan “Ismail”-mu (Ketaatan dan Pengorbanan untuk Tegaknya Syariah dan Khilafah)

Syabab.Com - Hari ini kaum muslimin di seluruh dunia menggemakan pujian atas kebesaran Allah Swt. Langit pun bergemuruh dengan suara takbir, tahlil dan tahmid. Sementara itu lebih dari 2 juta saudara kita kaum muslimin lainnya saat ini berada di tanah suci tengah menunaikan ibadah haji.

Hukum Seputar Qurban

Syabab.Com - Tidak terasa kaum Muslim kembali memasuki bulan Dzulhijjah yang di dalamnya terdapat hari raya Idul Adha. Selain hari raya haji, idul adha  sering juga disebut hari raya kurban, di mana kaum Muslim diperintahkan untuk berkurban sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Bagaimana hukum seputar ibadah kurban ini, mulai dari waktu, jenis-jenis hewan kurban hingga persoalan terkait ibadah kurban? Tulisan berikut akan menjelaskannya secara rinci. Semoga bermanfaat [Pengantar Redaksi].

Seputar Hukum Menghina Rasulullah SAW

Syabab.Com - Lagi, dan lagi Rasulullah Saw dihina. Berulang kali Rasulullah Saw, sosok paling mulia, panutan seluruh umat Islam, dihina, dicaci dan bahkan dijadikan  bahan lecehan oleh orang-orang kafir la’antullah ‘alaihim.  Belum hilang di ingatan umat Islam, pada  September 2005, kartun yang menggambarkan Rasulullah Saw. sebagai sosok teroris dipublikasikan oleh  surat kabar Denmark Jyliands-Posten. Tahun berikutanya kartun Rasululullah berkalung sorban, dengan bom dikepalanya,  juga dimuat di beberapa Koran di Eropa, France Soir di Prancis, Die Welt di Jerman, La Stampa di Italia dan El Periodico di Spanyol. Aksi keras umat Islam sepertinya tidak mampu menghentikan sikap dan prilaku biadab tersebut.

Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut