Nidhal Guessoum, Profesor Fisika dan Astronomi American University of Sharjah di Uni Emirat Arab mengatakan dalam konferensi di Mesir itu bahwa di banyak tempat para mahasiswa dan akademisi mereka harus membuat pilihan binner antara evolusi dan kreasionisme, bukan pemahaman bahwa seseorang dapat percaya baik dalam Tuhan dan dalam teori Darwin.
Dr. Guessoum, mengatakan bahwa di negara-negara seperti Tunisia, Turki, Pakistan dan Malaysia, hanya 15% saja dari mereka yang disurvei mempercayai teori Darwin untuk menjadi "benar" atau "mungkin benar". Hasil tersebut sama-sama dominan baik di kalangan siswa dan guru, dari SMA hingga universitas.
Sebuah survei dari 100 akademisi dan 100 mahasiswa yang dilakukan di universitasnya menunjukkan bahwa 62 persen dari dosen dan mahasiswa muslim percaya evolusi menjadi sebuah "teori yang belum terbukti", dibandingkan dengan 10 persen profesor non-Muslim. "Tingkat penerimaan evolusi dan gagasan pengajaran tentang evolusi sangat rendah,"katanya.
Dr. Guessoum termasuk salah seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa evolusi tidak bertentangan dengan keyakinan Islam. Ia mengklaim bahwa banyak ilmuwan Muslim dari zaman keemasan Islam hingga hari ini mengadopsi pandangan dunia evolusi. "Aku heran, semua orang yang berpendidikan menolak evolusi?"
Konferensi yang membicarakan tentang teori Darwin tersebut diselenggarakan di Alexandria, Mesir, dalam rangka peringatan dua abad kelahiran Darwin.
Dr. Guessom menyatakan bahwa kekhawatiran di kalangan umat Islam tentang evolusi tersebut sebagai masalah yang serius. Ia malah menuduh penolakkan atas teori darwin tersebut kurang memahami ilmu pengetahuan."Kita tidak bisa membiarkan orang-orang masuk ke abad 21 tanpa memahami ilmu pengetahuan.
Teori Darwin berhasil dihancurkan dan penolakkan atas evolusi tersebut mengemuka terutama setelah seorang ilmuwan Turki mengungkap kegagalan teori tersebut. Adnan Oktar atau Harun Yahya dari Ankara telah menawarkan £4.4 triliun bagi siapa saja yang dapat menujukkan satu fosil untuk membuktikan evolusi.
Dalam terbitannya tertanggal 12 Desember 2008, majalah terkenal Science memuat tulisan berjudul "Bracing for Islamic Creationism." (Bersiaga Menghadapi Penciptaan Islam) Tulisan tersebut menekankan tingginya tingkat penolakan terhadap teori evolusi di dunia Islam.
Teori Darwin telah nyata gagal secara ilmiah, dan juga bertentangan dengan aqidah Islam. Namun, mengapa hingga hari ini teori tak terbukti tersebut masih diajarkan dalam pelajaran sains ke kalangan kaum Muslim? Sudah saatnya, kaum Muslim kembali kepada jati dirinya untuk mengambil kembali kejayaan sains seperti di zaman keemasan dulu yang bersih dari akidah rusak. Hal itu hanya bisa dilakukan melalui Khilafah Rasyidah, Insya Allah tidak akan lama lagi. [z/m/to/hy/syabab.com]

ditulis oleh Ruswiyanto Hardi , 07 September 2010
Kisah penciptaan dunia dan isinya digambarkan oleh penulis pada Alkitab juga alqor'an selama 7 hari terakhir adalah Manusia dari tanah dilanjutkan Hawa dari tulang rusuk..semua ini adalah ungkapan Iman dari penulis (Musa) yg menggambarkan kan secara singkat kisah penciptaan Dunia dan isinya dalam kurun waktu 7 hari tidak berarti 7 hari karena waktu tersebut bisa 7tahun; 7 abad;7.000 tahun ;7 juta tahun dsb....maksud saya semua melalui proses yang tidak bisa di prediksi oleh manusia.jadi kapan Adam dan Hawa diciptakan ?
Menurut saya Penciptaan manusia bisa jadi melalui evolusi dengan waktu yang luar biasa lama bisa jutaan tahun dari tanah muncul makhluk hidup dari sel satu berkembang secara evolusi makin sempurna menyesuaikan keadaan waktu dan tempat sampai..menjadi seperti kera terus berkembang menjadi manusia kera terus berkembang ..akhirnya menjadi seperti manusia...(masuk akal gak..?terbukti dengan ditemukannya fosil manusia purba di setiap benua maupun pulau)
pada saat mukhuk hidup itu mulai mengerti peradabanlah maka baru disebut manusia...(sebutan manusia diberikan oleh manusia dengan bahasa manusia dengan dua jenis Adam dan Hawa =Laki2 dan Perempuan)
Apakah hal tersebut bertentangan dengan agama?tentu tidak semuanya adalah tetap dari Allah yang merancang bangun hanya pikiran manusia terlalu terkungkung oleh sesuatu yang lebih dahulu di ajarkan sebelum bisa mengulas secara fair (pribadi) tanpa dipengaruhi oleh sebuah ajaran maupun dogma.
ditulis oleh mimin , 11 October 2010
harusnya memang segera di hapus dai pendidikan karena g logis masa makhlik hidup tercipta hanya dari kolam air hangat(di tV spachtoon dijelskan demikian dalam versi karton)? ini pengesatan.
hanya orang orang krang waras yang mau bernenek moyang manusia purba.....naudzubillah...
ditulis oleh Ismi Rany , 12 October 2010
Setuju !
ditulis oleh Islam lovers , 30 November 2010
gan, ada yg tw ngga siapa siapa saja 5 tokoh yg menolak teori darwin.
Ane ada tugas sejarah di sklh ane masAlahnya....
bantuin ane ya yg tau.
thanks
ditulis oleh Muhammad 'Afif , 02 December 2010
Manusia dalam proses kehidupannya dimuka bumi sejak zaman nabi Adam as hingga saat ini mungkin memang mengalami proses evolusi (mengecil) bentuk tubuhnya,mungkin disebabkan faktor lingkungan, terserang penyakit, secara genetik pun bisa diterima. Tapi tentu yang tidak bisa diterima adalah teori bahwa manusia ini tidak ada yang menciptakan (ada dengan sendirinya) dan bahwa manusia itu berasal dari jenis primata (kera ?), kemudian lambat laun berjalan agak tegap, terusss berjalan tegap, teruusss akhirnya seperti sekarang; ini yang tidak bisa diterima. Istilah manusia purba memang bisa diterima. Mereka itu semuanya adalah keturunan nenek moyang yang sama yaitu nabi Adam dan Hawa...Asalnya mereka adalah anggota keluarga besar yang karena tuntutan alam dan garizah baqanya akhirnya menyebar kebelahan tempat dan benua yang lain. dari Nabi Adam dan Hawa lah berbagai rupa (ras) manusia beliau lahirkan, ada Negroid, Kaukasoid, Malayan Mongoloid,dll. Tidakkah kita bisa membayangkan riwayat pembunuhan Habil dan Qabil karena disebabkan salah satunya adalah karena adanya perbedaan jenis ras diantara mereka (yang satu dianggap lebih "jelek" dari yang lainnya).Jadi kesimpulannya manusia tetap manusia dari dulu dan kera adalah kera dari dulu.Wallaahu a'lam.

















