
Syabab.Com - Berbagai bentuk kecurangan terjadi selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Komunitas Air Mata Guru (KAMG) di Sumatera Utara misalnya menunjukkan beberapa bukti kecurangan berupa kunci jawaban yang ditulis atau diketik pada selembar kertas. KAMG juga menemukan siswa di Kota Medan mengumpulkan dana secara kolektif untuk diberikan pada orang yang akan memberikan kunci jawaban mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 75 ribu. Kejadian seperti ini juga ditemukan di Balige. Di tempat ini siswa bahkan dipungut Rp 150 ribu per orang (tribunnews.com, 18/4).











Syabab.Com - Akhir-akhir ini institusi pendidikan di Indonesia semakin dituntut untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas itu sendiri didefinisikan sebagai sesuai dengan kebutuhan pasar lapangan kerja. Kurikulum-kurikulum pendidikan yang dibuat, universitas- universitas yang didirikan adalah untuk mencetak masyarakat yang siap dimanfaatkan oleh pasar.
Syabab.Com - Memalukan, demikian realitas anak negeri ini akibat sekularisme yang telah mencengkram mereka. Baru-baru ini, menjelang peringatan Kemerdekaan negeri ini, terungkap potret keborokan sebagian pelajar. Mungkin menjadi Paskibra menjadi kebanggaan sebagian pelajar di negeri ini. Tetapi apa yang harus dibanggakan ketika realitas noda paskibra tersingkap. Baru-baru ini terungkap adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan yang menimpa para pelajar dalam paskibra oleh senior terhadap yuniornya.
Syabab.Com - Satu lagi bukti akibat kegagalan sistem sekularisme tak mampu menyelamatkan generasi muda dari kehancuran. Entah harus berapa banyak lagi para remaja menjadi korban akibat kerusakkan sistem dan pencampakkan Islam ini. Baru-baru ini di Surabaya digemparkan dengan pemberitaan penemuan sesosok bayi tak bernyawa di sebuah sekolah. Salah seorang siswi kelas X SMAN 12 Surabaya, berusia 15 tahun, terbukti sebagai pelaku pembunuhan atas bayinya sendiri hasil dari perzinahannya.
Syabab.Com - “Training ini luar biasa. Terima kasih kami ucapkan. Sekolah kami mendapatkan kesempatan bahkan seluruh anak didik kami yang kelas tiga bisa diundang semua adalah sebuah kesempatan yang luar biasa. Harapan kami setelah ini bisa dilanjutkan ke sekolah-sekolah,” ujar salah satu guru pendamping. Salah satu siswa peserta juga menambahkan, “Acara ini memang ok banget. Saya jadi teringat dan tersadarkan kembali bahwa selama ini masih banyak dosa-dosa yang saya lakukan, terutama terhadap orang tua saya.” “Saya, imbuhnya lagi, akan merubah itu semua dan akan menjdai anak sholih. Saya ingin menggandeng ayah dan ibu saya masuk syurga bersama-sama dengan saya kelak,” tegasnya lagi. 




