Melanjutkan silaturahim dengan pembicara konferensi khilafah internasional, Syeikh Abu Khalil bersama rombogan DPP HTI dan DPD I HTI Jatim menuju Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Silaturahmi tokoh ini diselenggarakan di Masjid Pesantren yang dihadiri oleh 125 tokoh dari Jombang, Mojokerto, Nganjuk dan Tulungagung.
Dialog berlangsung begitu penuh semangat, sebagian besar dalam bahasa Arab langsung. Ikut menyampaikan tanggapan diantaranya Prof. Dr. Jamaluddin Mirri, Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Di Pesantren asuhan Gus Sholah ini, Syeikh Abu Khalil diterima dan disambut oleh para ulama Tebuireng dan sekitarnya, juga para santri yang sudah menunggu di Masjid Pesantren. Sebagaimana pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan para tokoh dan alim ulama di beberapa daerah, Syeikh dari Sudan yang sekaligus Jubir HT Sudan ini senantiasa menekankan akan kewajiban menegakkan Khilafah Islam. Pada pertemuan ini, Syeik mengawali pemaparan materinya dengan penjelasan tentang Islam sebagai solusi (mu'alij) atas permasalahan dalam kehidupan. Setelah itu beliah menjelaskan bahwa Islam tidak akan mungkin eksis dan menjadi solusi jika tidak ada pemerintahan yang akan menjadikan Islam sebagai undang-undang resmi di dalam sebuah negara. Sebagaimana yang telah dibuktikan dalam sejarah Islam selama 13 abad.
Beliau juga berpesan kepada para ulama yang hadir agar senantiasa ada di barisan paling depan dalam perjuangan menegakkan Khilafah. Karena para ulama lebih besar tanggung jawabnya dibanding umat secara umum. Para ulama banyak mengetahui apa yang tidak diketahui umat, termasuk dalam kewajiban menegakkan khilafah. Syeikh Abu Khalil juga mengingatkan para ulama jangan sampai menyembunyikan ilmu yang telah mereka ketahui. Karena Rasulullah bersabda, "Siapa yang menyembunyikan ilmu maka di hari kiamat kelak Allah akan mengendalikannya dengan kendali dari api neraka."
Di bagian akhir pembicaraannya, Syeikh Abu Khalil berharap agar Tebuireng bisa menjadi pusar perjuangan penegakkan khilafah, sebagaimana di jaman perjuangan kemerdekaan, Tebuireng telah menjadi pusat komando perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda. Harapan syeikh Abu Khalil disambut baik oleh para ulama yang hadir. Pada sesi tanya jawab dan tanggapan beberapa ulama menyampaikan responnya. Mereka berharap agar Gus Sholah dapat merealisasikan harapan Syeikh Abu Khalil tersebut.
Sebelumnya, Jumat (17/08), silaturahmi diselenggarkan di Pondok Pesantren An-Najiyah Sidoresmo Surabaya. Acara tersebut dihadiri oleh 100 tokoh pendukung syariah dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Bojonegoro. Ikut serta juga para syabab HTI dan para santri An-Najiyah. Acara ini disambut oleh K.H. Mas Muhammad Yusuf bin Ahmad Muhajir pengasuh pondok. Respon dan pertanyaan para undangan begitu antusias di udara terbuka lantai atas pesantren yang bersahaja itu. [hti/syabab.com]
Berbagi
Kirim melalui Email
Komentar (0)

Menulis komentar




Syabab.Com - Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (ithmi'nân/ thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Alla...
Syabab.Com - Kaum muslim yang sudah menginjak akil baligh wajib menempuh keimanan dengan jalan yang benar. Dengan memahami jalan menuju iman yang benar akan membentuk kei...