Syabab.Com - Kejahatan para penjajah AS dan NATO di negeri Muslim Afghanistan telah meningkatkan tewasnya warga sipil di negeri tersebut. Ratusan mahasiswa Afghanistan menggelar aksi unjuk rasa sebagai protes terhadap serangan pimpinan teroris AS, di mana warga sipil telah dibunuh seperti diakui kemungkinan kejadian tersebut oleh komandan atas NATO.
Para pemrotes turun ke jalan di kota timur Jalalabad pada hari Rabu dan berteriak "Mati bagi Amerika!".
Unjuk rasa ini sebagai bagian dari kecaman atas operasi pasukan AS di propinsi Laghman, di mana 15 warga sipil tewas pada hari Senin.
“Orang-orang Afganistan yang bekerja sama dengan kami menangkap sejumlah gerilyawan dan beberapa warga sipil mungkin tewas karena situasinya membingungkan,” kata Letnan Jendral David Rodriguez, penanggungjawab operasi tempur NATO, kepada pers.
"Ada kemungkinan beberapa warga sipil tewas," kata Letnan Jenderal David Rodriguez.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai telah memerintah penyelidikan menyeluruh dalam pembunuhan tersebut.
Meningkatnya jumlah korban sipil telah melonjak yang menyulut kemarahan dengan 113.000 pasukan NATO dan AS di negeri tersebut. Komite Internasional Palang Merah mengatakan jumlah kematian warga sipil di Afghanistan selatan telah meningkat sekitar 20 persen tahun ini.
Hanya Khilafah Rasyidah yang dibutuhkan oleh kaum Muslim untuk melindungi darah kaum Muslim dari kejahatan Amerika dan sekutunya yang dibiarkan oleh para penguasa korup. Khilafah inilah yang akan menyatukan kaum Muslim seluruh dunia dan akan membebaskan negeri-negeri Muslim dari hegemoni asing. Insya Allah tidak akan lama lagi! [m/presstv/syabab.com]





Syabab.Com - Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (ithmi'nân/ thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Alla...
Syabab.Com - Kaum muslim yang sudah menginjak akil baligh wajib menempuh keimanan dengan jalan yang benar. Dengan memahami jalan menuju iman yang benar akan membentuk kei...