Syabab.Com - Tanpa Khilafah darah kaum Muslim terasa murah, penjajah teroris AS pun dengan congkak terus menerus membunuh kaum Muslim. Sekurang-kurangnya 16 orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak milik AS di daerah barat laut suku Pakistan, kata pejabat keamanan. Pejabat keamanan Pakistan mengatakan bahwa rudal pesawat tak berawak itu menghantam sebuah rumah di desa Dwasarak, sekitar 40 km barat Wana, pada hari Sabtu, 24/07/2010.
"Penduduk setempat telah menarik 16 mayat dan beberapa yang selamat dari puing-puing bangunan yang dihantam rudal," kata para pejabat.
Dua pesawat tak berawak milik AS menembakkan empat rudal, demikian ditambahkan dua pejabat intelijen mengkonfirmasi serangan rudal tersebut. Puluhan lainnya luka-luka dalam serangan itu dan jumlah korban tewas diperkirakan meningkat, kata sebuah laporan.
Selama beberapa tahun terakhir, raturan orang, sebagian besar warga sipil telah menjadi korban kebrutalan teroris AS di kawasan yang sama.
Washington selalu berdalih bahwa serangan tersebut menargetkan para militan. Namun, Islamabad berulang kali mengutuk serangan dan mengatakan mereka melanggar kedaulatan Pakistan. Tetapi penguasa rezim Pakistan terus melanjutkan titah Amerika untuk membunuhi warganya sendiri.
Sebelumnya, pada hari Jumat, 39 orang tewas dan yang lainnya terluka dalam operasi 'pembunuhan' tentara Pakistan di kawasan Orakzai, Pakistan. Dilaporkan 1.500 yang dianggap militan tewas di kawasan Orakzai dalam beberapa bulan terakhir ini.
Sementara itu Hampir 1.000 orang lebih tewas dalam serangan brutal teroris AS di Pakistan sejak Agustus 2008. Bukannya menjaga kehormatan dan nyawa kaum Muslim, penguasa Pakistan malah bekerjasama dengan negara teroris Amerika Serikat untuk membunuhi kaum Muslim.
Baru-baru ini, di berbagai kota di Pakistan digelar aksi protes atas kunjungan menteri luar negeri AS Hillary Clinton ke negara itu. Aksi yang dipimpin oleh Hizbut Tahrir Pakistan itu mengungkap pendudukan Amerika dan persekongkolan penguasa Pakistan dengan imperialis. Pendudukan AS di Afghanistan dan Irak telah menjarah kekayaan kaum Muslim serta telah membunuh baik laki-laki, perempuan dan anak-anak demi kepentingan kapitalis.
Ditegaskan oleh mereka bawah Khilafah akan datang, menutup semua kedutaan besar AS dan mengusir diplomat dan tentaranya serta menyingkirkan kehadiran Amerika di wilayah itu.
Demikianlah, derita umat Islam, darah kaum Muslm terus mengalir, sementara para penguasa negeri itu malah berjabat tangan dengan penguasa penjajah.
Kaum Muslim hanya membutuhkan seorang pemimpin di bawah naungan Khilafah yang akan mengerahkan segala potensi umat untuk kepentingan umat bukan untuk kepentingan para imperialis. Sampai kapan derita umat ini terjadi? "Kemudian akan datang Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian," sabda Nabi Saw. riwayat Imam Ahmad. [m/presstv/syabab.com]





Syabab.Com - Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (ithmi'nân/ thuma’nînah) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Alla...
Syabab.Com - Kaum muslim yang sudah menginjak akil baligh wajib menempuh keimanan dengan jalan yang benar. Dengan memahami jalan menuju iman yang benar akan membentuk kei...