Emas dan Perak: Sistem Mata Uang Anti Inflasi
Oleh: Hj Nida Sa'adah SE,Ak (DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)
Syabab.Com - Menjelang akhir tahun 2008, krisis keuangan AS mencapai puncaknya. AS pun bergeser dari dari pemberi utang menjadi pengutang terbesar. Lalu dari mana AS mendanai defisitnya? Inilah ironi terbesar abad ini. Amerika Serikat, sebuah negara yang secara akuntansi telah kolaps, tapi karena uang kertasnya digunakan oleh 60 persen penduduk bumi, mereka terus mendapatkan free lunch. Federal Reserve of United States (Bank Sentral AS) terus-menerus mencetak dolar. Sementara dunia ketiga membayar inflasi yang ditimbulkannya dengan menyerahkan emas, kayu, tuna, kopi, dan kekayaan alam lainnya. Sebuah konstruksi eksploitatif system moneter yang pelan tapi pasti membawa dunia ke arah disekuilibrium: kehancuran ekonomi.