Sun05262013

Last update08:24:30 AM GMT

Somalia, Si Tanduk Afrika dalam Era ‘Percaturan Besar’ Baru

Article Index
Somalia, Si Tanduk Afrika dalam Era ‘Percaturan Besar’ Baru
Bagaimana Fakta di Lapangan?
Siapakah PFTS
All Pages
Syabab.Com - Invasi Ethiopia terhadap Somalia untuk menumbangkan ambisi Persatuan Kehakiman Islam (UIC) menjadi titik puncak ketegangan di Tanduk Afrika. Setelah berbulan-bulan mengelak keberadaan pasukannya di wilayah Somalia, rezim Ethiopia melakukan penyerangan terhadap UIC, yang telah mundur dari Mogadishu, ibukota Somalia di akhir Desember 2006. Pemerintah Ethiopia mengatakan bahwa ia bertindak sebagai dukungan terhadap Pemerintah Federal Transisi Somalia (PFTS), yang berpusat di kota Baidoa yang terletak sekitar 90 kilometer bagian utara Mogadishu.

Pendudukan tentara Ethiopia mendapatkan dukungan luas dari masyarakat internasional, karena dilakukan sebagai dukungan terhadap pemerintahan yang sah di Somalia (PFTS), dalam menghadapi rival politiknya UIC. Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan penuh kepada Ethiopia termasuk bantuan militer, dan operasi intel terhadap UIC dan keberadaan penasihat militer. Namun, dukungan AS di Somalia bukanlah perkembangan baru, atau sebagai reaksi sesaat terhadap manuver Ethiopia saja.

CIA dan Pentagon mulai meningkatkan aktifitasnya di Somalia, sejak UIC mulai menguasai beberapa wilayah di Somalia. Tidak kurang dari setahun, AS secara diam-diam maupun terang-terangan memberi dukungan kepada siapapun, termasuk Ethiopia, yang berani menghadapi UIC.

 Dana diberikan kepada preman bersenjata di Mogadishu untuk mengalahkan UIC. Para ketua preman tersebut bergabung di Persekutuan Pengembalian Perdamaian dan Kontra Teroris (PPPKT), yang terbentuk di bulan Februari 2006 yang didanai dari agen CIA di Nairobi, ibukota Kenya.

 Setelah UIC menumbangkan preman Mogadishu di bulan Juni, perusahaan militer swasta Amerika mulai beroperasi di Somalia, yang berkoordinasi dengan pasukan federal Somalia (PFTS) yang Presidennya bernama Abdullahi Yusuf Ahmed.

Di akhir bulan Desember, Jendral John Abizaid sebagai komandan Pusat Komando militer AS mengunjungi ibukota Ethiopia Addis Ababa untuk menyetujui rencana invasi Presiden Ethiopia, Meles Zenawai, terhadap tetangganya Somalia. Menurut sumber diplomatic, AS telah menerjunkan pasukan elit di Somalia untuk mendukung operasi Ethiopia, disamping memberi laporan satelit terhadap gerak-gerik pasukan UIC.

 Alasan AS dalam mendukung invasi Ethiopia adalah perlindungan pemerintahan UIC terhadap tersangka pengeboman kedutaan Amerika di Kenya dan Tanzania di tahun 1998. Serangan terhadap dua kedutaan tersebut menewaskan sekitar 200 orang, lusinan diantaranya adalah warga AS. Maka justifikasi utama agresi Ethiopia dan AS ada dua.

  1. UIC memiliki hubungan dengan teroris yang membom kedutaan AS dan akan mengganggu keamanan regional apabila dibiarkan berkeliaran.
  2. PFTS adalah pemerintahan yang sah dan didukung oleh mayoritas penduduk Somalia.



Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS