Thu06202013

Last update11:22:37 AM GMT

Reportase IIC (Islamic Intellectual Challenges): Konstelasi Politik Indonesia Pasca Kedatangan Obama

  • Prev
  • 1 of 2
  • Next
Syabab.Com - Islamic Intellectual Challenges (IIC), sebuah acara yang digagas oleh Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) wilayah Jawa Barat. Perdana dilaksanankan di kampus UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) pada tanggal 29 November 2011 lalu, dengan menghadirkan 3 pembicara sekaligus. Bpk. Budi Mulyana selaku dosen Hubungan International (HI) UNIKOM, Kang Asep Kurniawan perwakilan dari LKM HTI Jawa Barat dan Dhani Kusumawardana dari Gema Pembebasan Jawa Barat.

IIC perdana kali ini mengambil tema “Konstelasi Politik Indonesia Pasca Kedatangan Obama”. Peserta yang menghadiri undangan, sekitar 25 aktivis mahasiswa dari berbagai gerakan mahasiswa dan kampus diantaranya HMI, FMN, UPI, IT Telkom, Universitas Kebangsaan, Piksi Ganesha, STKS, Unikom, BEM Unikom, dsb.

Acara dimulai dengan pemaparan dari Bpk. Budi Mulyana tentang kepentingan-kepentingan Amerika dalam menguasai sumber daya alam di timur tengah dan wilayah Asia, kepentingan politik dan militer Amerika Serikat selaku negara adidaya di dunia yang tentu ingin terus berkuasa. Kemudian posisi Indonesia sendiri di Asia Tenggara, yang merupakan wilayah paling strategis untuk jalur perdagangan dunia, dan bagaimana wilayah negara-negara di asia tenggara dalam mempengaruhi perokonomian, politik, militer dunia khususnya Amerika Serikat. Kehadiran China yang juga ikut bermain di Asia Tenggara tentu membuat Amerika cukup khawatir akan kekuatan di Asia Tenggara.

Dilanjutkan dengan penyampaian oleh kang Asep Kurniawan yang lebih memfokuskan pada maksud dari kedatangan Obama itu sendiri. Bagaimana pengaruh dari kedatangan Obama ke KTT East Asean Summit di Bali pekan lalu. Agenda-agenda apa saja yang dibawa olehnya. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Bpk. Budi Mulyana, bahwa kedatangan Obama ini bukan serta merta kunjungan biasa, Amerika cukup terusik dan khawatir dengan mulai menguasainya produk-produk asal China di pasar Asia tenggara. Amerika ingin meneguhkan kembali kedudukannya di wilayah Asia Tenggara, hingga perlu intervensi dalam acara KTT tersebut, memaparkan bagaimana keadaan Indonesia yang ternyata menjadi sasaran penjajah AS dan itu telah terjadi. Pemaparan terakhir disampaikan oleh Kang Dhani Kusumawardana yang lebih menegaskan kembali bagaimana sikap seorang muslim dalam memandang kedatangan Obama, seorang presiden negara imperialis Amerika. Mewakili Gema Pembebasan beliau kembali menegasakan bahwa Presiden seperti Obama sudah selayaknya dan wajib untuk ditolak.

Di sesi Tanya jawab, ada hal menarik yang di sampaikan oleh rekan-rekan dari HMI Komisariat Unikom, yang menerangkan bahwa kita jangan hanya melihat kedatangan Obama itu dari hal-hal negatifnya saja, tapi juga harus dilihat dampak positifnya. Dengan datangnya Obama ke Indonesia, secara tidak langsung itu adalah promosi gratis bagi produk, budaya, dan makanan Indonesia ke ranah Internasional. Begitu juga dalam kerjasama perdagangan CAFTA lalu, itu akan membuat produk Indonesia bersaing dengan produk-produk asing. Selama acara KTT juga, para pedagang di Bali mendapat keuntungan yang berlipat ganda, bahkan hingga mencapai 5 juta/hari. Berbeda halnya dengan apa yang sampaikan oleh rekan dari Gema pembebasan Kota yang melihatnya dari sudut pandang Islam, beliau mengatakan bahwa orang seperti obama tidak layak untuk diterima dan disambut sebagai tamu. Obama adalah penguasa yang tergolong kafir harbi fi’lan, yang sudah selayaknya dan wajib untuk ditolak dan diperangi.

Tanggapan para pembicara soal untung atau rugi atas dampak kedatangan Obama itu tentu kita harus melihat secara keseluruhan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Budi Mulyana, keuntungan yang didapat oleh para pedagang tersebut tentu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh Amerika di Indonesia. Waktu 3 hari kunjungan Obama tidak akan bisa mengantikan waktu puluhan tahun perusahaan Amerika seperti Freeport menguras habis kekayaan negeri ini yang nilai sudah tak terhitung lagi. Begitu juga dengan apa yang disampaikan oleh Kang Asep Kurniawan yang mengatakan bahwa, jika bicara soal untung rugi tentu kita harus melihat berapa pengeluaran dan pemasukannya, kalo dihitung-hitung secara ekonomi tentu apa yang dikeluarkan Indonesia untuk Amerika dan apa yang didapat oleh Indonesia dari Amerika tidak sebanding. Kerugian yang sangat justru yang diperoleh Indonesia.

Demikian acara IIC ini, Alahamdulillah dengan panduan Moderator acara berjalan dengan lancar. IIC ini rencananya akan dieselenggarakan oleh Gema Pembebasan Jawa Barat setiap bulan. Dengan mengundang pembicara dari berbagai kalangan dan tokoh, mengundang seluruh civitas akademika dan para aktivis gerakan mahasiswa se-Bandung Raya. Tujuan dari acara ini sendiri adalah untuk menumbuhkan kepedulian pemuda Indonesia, khususnya mahasiswa akan permasalahan bangsa dan umat. Sehingga kesadaran akan tumbuh dan penegakkan Ideologi Islam menjadi nyata! [abdee/syabab.com]

 

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS