Sejak pukul 07.30 WIB peserta berduyun-duyun untuk antri berjubel di pintu masuk ruangan acara untuk melakukan registrasi, Jumat (18/12/09). Jumlah peserta yang melebihi dari kapasitas kursi ini sangat merepotkan panitia, sehingga banyak peserta yang mengeluh kepada panitia, seperti yang dikatakan oleh Vida, mahasiswi dari Kediri “…tapi agak kecewa dengan panitia yang kurang OK”. Membludaknya peserta memang sudah di antisipasi panitia, tetapi apa dayalah, panitia juga manusia, dalam dan luarnya terbatas. Mereka (peserta yang datang agak siang) rela berdiri di tribun atas ruangan hanya untuk dapat mengikuti acara ini.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Osfar Yofjan, M.Sc., mewakili Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang menyambut positif kegiatan ini dan mengharap peserta untuk mengikutinya dengan baik. Acara kemudian diisi oleh para trainer muda seperti Harry Anugerah Prdana dan Felix Siauw.
"Berkat pemateri yang SUPER membuat perasaan saya yang tadinya kecewa, terasa terobati dengan materi yang disajikan oleh Ust. Felix yang membuat adrenalin saya sebagai peserta memuncak untuk berjuang di jalan Allah demi tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah sebagai pilihan hidup,” kesan Salman, mahasiswa UM yang juga salah seorang santri PESMA Irtaqi Malang.
Abdul Malik, S.T., M.T., dosen Teknik Mesin UB yang ikut mengisi training ini menyampaikan materi tentang mahasiswa dan perubahan. Beliau mengambil latar belakang dari permasalahan-permasalahan di Republik ini yang sudah sangat lengkap permasalahanya dan tidak ditemukan di negeri-negeri lain, mulai masalah mafia peradilan, mafia perbankan, kemiskinan, kelaparan, skandal bank century, sampai kepada mbok minah yang mencuri tiga biji kakau meramaikan berita-berita kriminalitas dan menjadi headline di beberapa media masa di negeri yang baru sukses mendapatkan penghargaan dalam menjalankan Demokrasi dari Jepang.
“Dan degala macam permasalahan tersebut hanya dapat diselesaikan dengan tegaknya Syariah dan Khilafah,” Kata pemateri.
Para peserta semakin tergambar dengan jelas, bahwa tugas dan peran mahasiswa adalah melakukan misi perubahan, yaitu perubahan menuju tegaknya Syariah dan Khilafah. Demikianlah, upaya penyadaran di tengah generasi Muslim intelektual terus dilakukan. Mereka menawarkan solusi syariah dan Khilafah untuk menuntaskan persoalan yang ada di negeri ini. Sudah semestinya, anak muda berbicara, karena di tangan merekalah, baik buruknya negeri ini. [m/dk/syabab.com]

ditulis oleh Farid , 28 December 2009
Subhanallah
Allahu Akbar
Sunggung semain membahara semangat ini untuk berjuang di jalan Allah Swt. melihat semakin banyaknya orang yang setuju dan ikut bersama berjuang terhadap diterapkannya syariah di bawah naungan khilafah.....
ku merasa semakin dengat kemenangan ini...
kemenangan yang akan membawa perubahan besar pada dunia
yang akan membuat semua umat manusia ikut merasakan kebahagiaan. umat muslim terlindungi. tak ada yang tertindas dan terhina.
SEMAKIN DEKAT ....kemenangan ini
Syariah dan Khilafah !!!







![Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto] Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto]](http://syabab.com/images/resized/images/stories/mk-manado/mk-manado-3_185_120.jpg)










