Syabab.Com - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur mengikuti Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) yang diselenggarakan oleh DPD HTI Jawa Timur, Ahad, 27/11/2011. Kongres Mahasiswa Islam Indonesia itu mengangkat tema "Bergerak, Bersatu, Tegakkan Khilafah".
"Mahasiswa, Bangkit! Muslim, Bersatu! Tegakkan, Khilafah," pemandu Kongres meneriakkan yel-yel tersebut diiringi takbir, menandai acara Kongres siap dimulai. Berulang-ulang, para mahasiswa meneriakkan Khilafah, Khilafah, Khilafah, menunjukkan keinginan mereka untuk hidup di bawah naungan pelaksana syariah itu.
"Mahasiswa merupakan bagian kaum intelektual, karena itu mereka berperan penting sebagai 'agent of change' untuk menyadarkan masyarakat," kata koordinator Departemen Infokom HTI DPD Jatim, Agus Ramadhan, Senin, 28/11/2011.
KMII yang digelar di Surabaya pada 27 November lalu itu dihadiri 3.000 mahasiswa se-Jatim serta diisi dengan orasi, teatrikal, nasyid, dan testimoni. “Orasi disampaikan sejumlah pengurus HTI dan mahasiswa, di antaranya Erwin Permana ME (deklarator KMII 2009), Rokhmat S. Labib MEI (Ketua DPP HTI), dan Ir Ismail Yusanto MM (Juru Bicara DPP HTI),” katanya.
Selain itu, beberapa mahasiswa dan tokoh intelektual kampus memberikan pencerahan dan testimoninya, seperti disampaikan Arif Firmansyah MM (Unair), Wahyunanto M.Eng (Unibraw), Mirza Ghulam I. (Mawapres Teknik Mesin ITS 2010), M. Suhermanto (Gubernur BEM Teknik UM/Mawapres UM 2011), Lukman Atmaja PhD (Dosen ITS), dan Khusnuddin, MEI (Dosen UIN Malik Ibrahim).
Dalam kongres itu para mahasiswa se-Jawa Timur tersebut menyatakan Sumpah Mahasiswa, yang dipimpin oleh para perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah.
Dalam sumpah tersebut, para mahasiswa sepakat bahwa kondisi dunia Islam, khususnya Indonesia, terus menerus didera berbagai persoalan karena mereka mengabaikan syariat Islam dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat (khilafah).
”Hingga kini, Indonesia tidak pernah keluar dari krisis di segala bidang, walaupun telah melakukan perubahan rezim atau modifikasi implementasi sistem kapitalisme-demokrasi,” katanya.
Berdasarkan fakta empiris, HTI memandang bahwa kapitalisme-demokrasi telah gagal membawa Indonesia menuju ke arah kehidupan yang lebih baik, bahkan menjerumuskan Indonesia ke berbagai persoalan bangsa dan negara.
”Hal itu terlihat dari mulai meningkatnya utang luar negeri, naiknya tingkat kriminalitas, kemiskinan, pengangguran, dan lainnya, karena itu HTI menawarkan solusi untuk Indonesia yaitu syariah dan khilafah,” lanjutnya lagi.
Syariah adalah seperangkat aturan Islam yang mengatur kehidupan manusia, termasuk dalam bermasyarakat dan bernegara, sedang khilafah adalah institusi dengan kekhasannya untuk menerapkan syariah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
”Dalam menerapkan solusi itu, para mahasiswa sebagai intelektual memiliki peran penting karena para intelektual itulah yang akan memberikan pemahaman dengan pandangan yang universal dan sudut pandang yang khas serta haq kepada masyarakat,” katanya.
Beberapa media memberitakan kongres bersejarah bagi pergerakan mahasiswa itu seperti dimuat Antara News yang berjudul "HTI Dekati Mahasiswa Jatim". Sementara Lensa Indonesia memuat judul "HTI Jatim Ajari Mahasiswa Pahami Soal Syariah".
Semoga saja, agenda bersejarah ini menjadi pendorong dan semangat baru bagi para mahasiwa dan pemuda Muslim lainnya untuk lebih cerdas melihat realitas sehingga mampu memberikan solusi atas setiap persoalan yang menimpa negeri ini. Insya Allah, tidak akan lama lagi, Khilafah Islamiyyah akan tegak berdiri, menyatukan seluruh negeri kaum Muslim dari mulai Maroko hingga Merauke. Pasti! [m/antjatim/syabab.com]
Jadilah Anda satu dari jutaan umat yang ikut menjadi saksi momentum bersejarah ini!
Lihat Video Lengkap:

ditulis oleh anna mujahidah al khansa , 01 December 2011
SUBHANALLAH ..... begitu berkobar semangat perjuangan kawan2 untk menegakkan syariah dalam naungan khilafah.
Moga acra ini bs menjadi motor penggerak untk aktivitas dakwah ke depan. Allahu akbar...



















