Syabab.Com - Kebrutalan rezim keji Assad menjelang ajalnya di bulan Ramadhan mulia pun telah menyisakan ribuan orang syahid. Hampir setiap hari sejak hari pertama Ramadhan, ratusan orang telah syahid.
Seperti dilaporkan oleh Revolusi Pemuda Pembebasan Suriah (Tsuwarah Syabab Tahrir Syuria) jumlah total syuhada di bulan Ramadhan al-Mubarak mencapai 5.415 orang. Setiap hari sejak Jumat pertama Ramadhan, para korban yang tewas mencapai angka ratusan setiap harinya hingga hari Sabtu terakhir Ramadhan.
Jumlah syahid terbesar di bulan Ramadhan terjadi pada hari Kamis, 28 Ramadhan, di mana sekitar 275 orang syahid. Sementara jumlah terkecil pada hari Selasa, 12 Ramadhan, sekitar 111 orang telah syahid.
Banyak diantara mereka yang tewas adalah anak-anak dan perempuan serta warga tak bersenjata. Mereka dibunuh pasukan preman keji Assad di tengah-tengah seruan rakyat untuk menumbangkan rezim sang jagal tersebut.
Di Homs (Hims) seorang anak tak berdosa dibunuh rezim Assad secara setelah tank-tank pasukan memasuki rumahnya. Sebuah video merekam seorang bayi berusia lima bulan yang telah syahid dengan kepala dan bagian tubuh yang hancur. Ia syahid menyusul para syuhada lainnya yang setara dengan Hamzah. Begitu juga beberapa korban di kota lainnya seperti di Allepo.
Suriah di negeri Syam telah menjadi negeri dengan wewangi harum syuhada. Di tengah-tengah diamnya negeri-negeri kaum Muslim yang telah terpenjara jeratan nasionalisme warisan penjajah, kaum Muslim di Suriah dibantai dan mereka menjerit meminta pertolonga. Lagi-lagi negeri-negeri kaum Muslim diam, bahkan mengkhianat mereka dan tidak menggerakan para tentara negeri mereka untuk membebaskan Syam dari rezim keji Assad.
Rezim keji Assad di saat-saat ajalnya yang semakin dekat sudah tidak memiliki cara lagi untuk menghentikan kebangkitan rakyat yang menginginkan terlepas dari rezim diktator dan sistemnya tersebut. Meskipun berbagai pembantaian keji menimpa, warga tidak memiliki rasa takut untuk terus berdiri melawan rezim despotik sang pembunuh tersebut.
Kebrutalan rezim Bashar al-Assad yang didukung PBB, Amerika Serikat, dan negara-negara Arab lainnya telah meninggalkan ribuan para syuhada, baik tua, perempuan maupun anak-anak, termasuk para pahlawan revolusi. Semua ini mengingatkan kita kepada Rasulullah Saw tercinta yang telah bersabda:
“Penghulu syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan lelaki yang berkata di hadapan seorang penguasa yang zalim, lalu dia memerintahkannya (pada kemakrufan) dan melarangnya (terhadap kemungkaran), kemudian penguasa itu membunuhnya" (HR al-Hakim). [m/tahrir.syria2011/syabab.com]
Rasulullah Saw. telah bersabda:
"Saat ini akan tiba masa berperang, akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (kebenaran) di hadapan manusia, Allah mengangkat hati-hati suatu kaum, mereka akan memeranginya dan Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada mereka (kemenangan), dan mereka tetap dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa pusat negeri kaum mukminin itu berada di Syam, dan ikatan tali itu tertambat di punuk kebaikan hingga datangnya hari kiamat." (HR Ahmad : IV/104; an-Nasa`i : VI/214-215; Ibnu Hibban : 1617-Mawarid; al-Bazzar dalam Kasyful Astaar : 1419; dari jalan al-Walid bin Abdurrahman al-Jarsyi dari Jabir bin Nufair.)
Lihat Video:
(Kekejian Assad di Bulan Ramadhan +18)






![Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto] Dalam MK Sulut, Ketua Badan Inspektorat Kab Gorontalo Nyatakan Dukung Khilafah [foto]](http://www.syabab.com/images/resized/images/resized/images/stories/mk-manado/mk-manado-3_430_250_185_120.jpg)













