Fri05242013

Last update07:57:31 PM GMT

Puluhan Ribu Warga Palestina Kembali Hadiri Konferensi Khilafah di Ramalah Tepi Barat: Tegakkan Khilafah, Tolak Negara Sipil [v/f]

Get Adobe Flash Player here
Get Adobe Flash Player here
  • Prev
  • 1 of 3
  • Next

Syabab.Com - Allahu Akbar, setelah sukses menggelar Konferensi Khilafah di Al-Khalil (Hebron) yang dihadiri sekitar 50.000 kaum Muslim, Hizbut Tahrir Palestina kembali menyelenggarakan Konferensi Khilafah di Tepi Barat. Kali ini Konferensi untuk mengingat keruntuhan Khilafah itu diselenggarakan di Ramalah, Palestina, Sabtu, 07/07/2012.

Seperti halnya di Al-Khalil, Konferensi Khilafah yang diselenggarakan di lapangan Al-Bireh Ramalah ini dihadiri oleh puluhan ribu kaum Muslim Palestina. Konferensi Khilafah tersebut mengangkat tema: "Wahai Kaum Muslim Revolusioner, Al-Khilafah adalah Kewajiban dari Tuhan Kalian, Pemersatu Kalian, dan Pembebas Negeri Kalian, dan Negara Sipil Adalah Proyek Musuh Anda, Mematikan Syariat Tuhan Kalian".

Gemuruh suara takbir, dan tahlil serta yel-yel Khilafah bergelora di bumi Palestina, negeri para nabi tersebut, menegaskan kembali keinginan rakyat Palestina sebagaimana juga keinginan kaum Muslim di berbagai penjuru dunia untuk hidup di bawah naungan Khilafah, sebuah institusi pemersatu umat dan pelaksana syariah.

Menurut laporan, konferensi tersebut digelar hampir tiga jam, termasuk orasi tentang Khilafah yang disampaikan oleh para anggota Hizbut Tahrir seperti Yusuf Al-Jidzami, Bahir Shaleh, Syeikh Issam Amirah, Dr. Muhammad Afif Syadid dan pembicara perwakilan perempuan, Ustadzah Tasnim Yusuf.

Para pembicara menyampaikan pemikiran Islam yang murni untuk umat serta penolakkan mereka atas pemikiran tadarus dalam penerapan Islam dan negara sipil demokrasi dan sekularisme yang dipromosikan oleh musuh-musuh umat, mendorong umat bergemuruh meneriakkan yel-yel penolakan gagasan-gagasan barat tersebut serta mendukung keberhasilan revolusi, khususnya rakyat Syam serta yel-yel yang menuntut para tentara bergerak memberikan nushroh kepada Hizb dalam pembentukan Khilafah dan pembebasan Palestina serta menolong warga Syam terlepas dari tiran despotik Bashar dan sistem yang penuh kegelapan.

Dalam konferensi tersebut, ikut berbicara juga perwakilan media Hizbut Tahrir dari berbagai negara melalui layar besar, mulai dari Turki, Pakistan, Kuwait hingga Australia.

Mereka yang hadir menjelaskan dengan sejelas-jelasnnya bahwa Negara Islam adalah Al-Khilafah dan hal itu merupakan tuntutan umat di seluruh negeri kaum Muslim. Mereja pun dengan jelas menolak gagasan Islam moderan dan gagasan tadaruj (bertahap) dalam penerapan Islam serta ide Negara Sipil yang merupakan proyek penjajah yang dipromosikan oleh para penguasa penjajah dan agen-agennya.

Syeikh Yusuf Makharzah setelah menyampaikan ucapan salam kepada para Syabab (Pemuda) Hizbut Tahrir di Mesri mendukung mereka dalam konferensi untuk mengingat kehancuran Khilafah yang diselenggarakan di tempat selain tempat sebelumnya setelah serikat jurnalis membatalkan kontrak untuk penyelenggaraan konferensi sebagaimana diumumkan oleh Hizb di Mesir. Ia menyatakan bahwa kaum sekular berusaha mengganggu konferensi di aula baru setelah itu dihasut serikat untuk membatalkan kontrak, tetapi konferensi tetap digelar meskipun mendapat hasutan dari para pembenci.

Para pembicara menekankan bahwa Barat melihat kembalinya Khilafah benar-benar sebagai sesuatu yang menakutkan dan ancaman, sementara kita mengatakan bahwa Khilafah adalah janji dari Tuhan kita, dan kabar gembira dari Rasul kita, yang akan membawa kebaikan kepada seluruh dunia, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, pembebasan mereka dan pembebasan dunia seluruhnya dari penindasan Kapitalisme.

Dalam konferensi tersebut, berbicara juga salah seorang perwakilan dari Al-Quds, Al-Hajj Abdul Salaymeh kepada masyarakat yang menekankan perlunya bagi rakyat Al-Quds khususnya dan rakyat Palestina pada umumnya dan Masjid Al-Aqsa kepada Daulah Al-Khilafah untuk menggerakkan para tentara untuk membebaskan rakyat dan negeri dari penindasan dan penjajahan.

Tampak masyarakat duduk rapi di tempat kursi yang telah disediakan panitia. Beberapa diantara mereka membawa panji-panji hitam bertuliskan kalimah "laa ilaaha illallah muhammad rasulullah" yang merupakan panjinya Rasulullah Saw., ar-royah. Baik kalangan tua, muda, anak-anak dan juga perempuan ikut serta dalam konferensi tersebut.  

Bahir Shaleh, Anggota Kantor Media Hizbut Tahrir mengatakan dalam siaran persnya, "Konferensi diselenggarakan untuk melengkapi serangkaian kegaiatan Hizb yang diadakan sepanjang bulan Rajab mengambil moment mengingat kesembilan puluh satu kehancuran Khilafah di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza juga di seluruh negeri di mana Hizb berada".

Dia menambahkan bahwa kegiatan Hizb untuk memperingati kehancuran Khilafah ini muncul dalam program global Hizb pada kesempatan ini membawa pesan kepada kaum revolusioner dari anak-anak umat untuk memperingatkan pembajakan revolusi dan meyifati revolusi hingga Khilafah".

Berbagai media berbahasa Arab memberitakan konferensi khilafah tersebut. Jaringan Radio ARN Palestina melaporkan berita dengan judul "Hizbut Tahrir Menolak Negara Sipil".

"Hizbut Tahrir telah mengadakan Konferensi Khilafah di Ramalah dengan dihadiri oleh massa yang besar, untuk menyerukan para revolusioner di dunia Arab untuk menegakkan Khilafah Islamiyah dan menolak Daulah Madaniyah (Negara Sipil)," ungkap Jaringan Radio ARN melaporkan.

Situs Panet dalam Palestine News memberitakan dengan judul "Hizbut Tahrir Mengadakan Konferensi Khilafah di Ramalah". Media Palestina tersebut memuat sejumlah foto-foto tentang konferensi dan menulis "Kerumunan massa besar pendukung Hizbut Tahrir di Palestina, dalam pekerjaan Konferensi Khilafah yang digelar di Lapangan Al-Bireh di Provinsi Ramalah".

AynNablusi menulis berita dengan judul "Hizbut Tahrir: Al-Khilafah adalah Solusi untuk Masalah Palestina". PSNews menulis judul "Hizbut Tahrir Menyelenggarakan Konferensi yang Dihadiri Ribuan orang di Ramalah". Sedangkan Wattan News menulis berita dengan judul "Hizbut Tahrir Menghidupan Peringatan Kehancuran Khilafah". Adapun Rattan News menulis judul "Kehadiran Massa Besar, Titik Awal Konferensi Khilafah Hizbut Tahrir di Ramalah".

Sebelumnya, Hizbut Tahrir Palestina telah menggelar Konferensi Khilafah di al-Khalil (Hebron) yang dihadiri sekitar 50.000 warga Palestina. Sementara di Gaza para pemuda Hizbut Tahrir mengadakan aksi masirah untuk menyerukan Khilafah dan menolak negara sipil demokrasi. Selama bulan Rajab ini, Hizbut Tahrir di berbagai dunia melakukan edukasi dan penyadaran serta seruan penegakkan Khilafah, baik di Timur Tengah, seperti Palestina, Yordania, Lebanon, Mesir, Sudan, Tunisia, hingga Indonesia. Konferensi Khilafah juga diselenggarakan di negara Eropa seperti di Inggris dan di benua Amerika seperti di Chicago.

Demikianlah, kaum Muslim di berbagai penjuru dunia, termasuk di Palestina terus bergerak dan meneriakkan seruan dan keinginan mereka untuk hidup kembali di bawah naungan Khilafah. Ini semakin memperlihat dengan jelas bahwa fajar Khilafah akan terus tinggi, tinggi, dan tinggi hingga ketika pertolongan Allah datang berupa kemenangan, maka tidak ada satu pun yang menolak Khilafah, kecuali semuanya akan melihat dengan nyata akan bukti janji Allah dan kabar gembira dari Rasul-Nya. Insya Allah, di masa kita. Allahu Akbar! [m/arn/panet/psnews/aynnablusi/wattannews/pal-tahrir.info]

Baca Juga:

Lihat Video:

Konferensi Khilafah di Ramalah Palestina Bagian 1

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Konferensi Khilafah di Ramalah Palestina Bagian 1

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Lihat Foto:

 

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS