Fri05242013

Last update07:57:31 PM GMT

Rakyat Sudah Muak dengan Kebijakan Penguasa, Warga Pakistan Tolak Pembukaan Rute Pasokan NATO

Syabab.Com - Rakyat sebenarnya sudah muak dengan pesekongkolan para penguasa mereka dengan negara penjajah. Kini saatnyalah, umat bergerak untuk mendukung Khilafah sebagai satu-satunya institusi politik kaum Muslim yang merupakan kewajiban dari Tuhan mereka, pemersatu mereka dan pelaksana syariah dari Tuhan mereka.

Baru-baru ini, sebagaimana dikutip dari Republika, ribuan warga Pakistan menyelenggarakan long march dari timur Lahore ke Islamabad. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memprotes keputusan pemerintah untuk membuka kembali rute pasokan logistik untuk pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) dan NATO.

Demonstrasi yang dimulai Ahad (8/7) lalu diselenggarakan oleh Dewan Pertahanan Pakistan, Defense of Pakistan Council (DPC). DPC adalah sebuah aliansi 40 kelompok agama dan partai politik di Pakistan.

Islamabad telah menutup penyeberangan perbatasan untuk NATO pada November 2011 lalu. Setelah serangan aliansi militer pimpinan AS menewaskan 24 tentara Pakistan di dua pos pemeriksaan di perbatasan Afghanistan.

Pada Rabu (4/7) lalu, Islamabad menyetujui pembukaan kembali jalur penyeberangan perbatasan. Setelah sebelumnya Menlu AS Hillary Clinton menyatakan penyesalannya dan meminta maaf atas insiden yang merugikan militer Pakistan.

Kontan saja rencana pemerintah Pakistan mendapat penolakan sejumlah besar pihak. Ribuan aktivis DPC dan demonstran lainnya dari seluruh Pakistan ikut turun dalam konvoi Ahad lalu. “Sekitar 25 ribu orang turun ke jalan untuk mengikuti konvoi penolakan rencana tersebut. Sekitar 3.000 orang bertugas mengamankan konvoi,” ujar penyelenggara, seperti dilansir AFP.

Pakistan telah menjadi rute pasokan logistik utama untuk pasukan NATO pimpinan AS di Afganistan. Bulan lalu, NATO telah mencapai kesepakatan dengan Uzbekistan dan Kyrgyzstan. Kesepakatan tersebut berisi kemungkinan kendaraan dan peralatan aliansi militer Barat melewati wilayah perbatasan mereka dari Afghanistan.

Sebelumnya NATO telah membuat kesepakatan dengan Rusia untuk rute keluar dari Afghanistan. Kesepakatan tersebut memungkinkan aliansi mengirim puluhan ribu kendaraan dan perlengkapan meninggalkan Afghanistan ke Eropa, akhir tahun ini.

Pembukaan kembali jalur pasokan logistik NATO dan melanjutkan kembali operasi militer di daerah-daerah persukuan adalah haram dan merupakan pengkhianatan kepada Islam dan kaum Muslimin, demikian dijelaskan oleh Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Pakistan kepada umat.

"Kita tidak butuh dilakukan operasi militer di daerah-daerah persukuan.  Akan tetapi yang kita butuhkan adalah dilakukannya operasi militer yang kuat melawan jaringan agen Amerika termasuk Black Water, penutupan pangkalan dan kedutaan Amerika, pengusiran para diplomat dan antek-antek intelijen dan penghentian perang Amerika di daerah-daerah persukuan," kata Shahzad, wakil Jurubicara HT di Pakistan dalam sebuah keterangan pers.

Ia menambahkan, agen-agen Amerika termasuk Black Water terus memata-matai angkatan bersenjata Pakistan.  Mereka juga melancarkan serangan-serangan terhadap angkatan bersenjata Pakistan dan berikutnya menimpakan kesalahan terhadap kaum muslimin di daerah persukuan sampai-sampai mereka memiliki kantor-kantor di daerah pemukiman seperti daerah Gulberg di Lahore.

"Belum tibakah waktunya bagi para perwira mukhlis di angkatan bersenjata untuk memutuskan apakah mengikuti langkah Rashid Minhas yang menolak untuk mematuhi perintah-perintah komandan pengkhianat, ataukah mereka akan mengikuti langkah-langkah jenderal Niazi yang mematuhi perintah-perintah Yahya Khan untuk membagi negeri?"

"Tidakkah Anda melihat bahwa para agen Amerika di negeri ini dahulu telah menghancurkan negeri ini dengan bantuan Musharraf dan sekarang dengan bantuan Kayani dan para pendukungnya padahal mereka sekarang menghancurkan apa yang tersisa dari masa Musharraf."

Ia menyerukan kepada para perwira mukhlis untuk memberikan nushrah kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan daulah al-Khilafah. "Jangan beri tambahan waktu kepada pengkhianat di kepemimpinan politik dan militer karena mereka akan menjual negeri ini seluruhnya kepada Amerika sehingga tidak tersisa sesuatu yang membuat Anda baik".

Demikianlah, kebijakan para penguasa yang lebih mementingkan tuannya, negara penjajah, dan bagaimana umat telah gerah terhadap para penguasa korup tersebut. Umat kini mulai sadar akan posisi mereka serta apa yang harus dilakukan oleh mereka, menolak kebijakan antek penjajah. Maka, masihkak kaum Muslim berharap kepada para penguasa antek penjajah? Sungguh, tidak ada kepemimpinan yang akan mengembalikan kemuliaan dan kewibawaan umat selain Khilafah yang insya Allah tidak akan lama lagi segera berdiri. Allahu Akbar! [m/republika/syabab.com]

Baca Juga:

Komentar (0)add comment

Tulis komentar
persempit | perluas
 

busy
Advertisement
Advertisement

Anak Muda

News image

Aku dan Islam

Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa...

Lebih lanjut
BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS